Bab II DNA dan RNA

2. DNAand RNA

Bab I. Pendahuluan

1. PengBiotekIntro

Bioteknologi Perikanan

Mata kuliah ini membahas tentang sejarah bioteknologi, aplikasi bioteknologi di bidang perikanan khususnya di bidang akuakultur seperti aplikasi bioteknologi di bidang pemuliaan dan reproduksi hewan akuatik, kontrol penyakit, produksi, kualitas air dan lingkungan, serta nutrisi.

Bab I. Introduction

Pada bab ini akan dibahas dan didiskusikan tentang sejarah bioteknologi, contoh-contoh aplikasi bioteknologi yang telah dilakukan masyarakat tradisional, pentingnya bioteknologi untuk pengembangan akuakurltur dan sepintas tentang aplikasi bioteknologi di bidang perikanan

Penyakit Myo pada Budidaya Udang

Cuaca sering berubah, Penyakit Udang Merebak

Peralihan musim dari musim hujan ke kemarau dan perubahan cuaca yang ekstrem membuat menurunkan daya tahan udang sehingga di beberapa daerah mulai merebak penyakit virus pada udang. Di Jawa Timur, penyakit virus myo atau infectious myo necrosis virus (IMNV) menyebar pada beberapa areal tambak di Banyuwangi, Situbondo, dan Malang. Adapun di Lampung, terjadi serangan penyakit bintik putih, atau white spot syndrome virus (WSSV).

Ketua Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengatakan, endemi virus itu terutama terjadi di Lampung dan Jawa Timur, sentra produksi udang. Serangan virus telah menyebabkan produksi udang di Lampung turun 30-40 persen dan di Jawa Timur turun 40 persen. Menurut Iwan, gangguan penyakit pada udang memang setiap tahun terjadi. Biasanya terjadi pada periode Desember- Februari, yang dipicu oleh perubahan cuaca dan suhu perairan. ”Tetapi, sekarang, sampai bulan Mei penyakit itu masih terus merebak,” ujarnya. Akibatnya, kata Iwan, saat ini suplai udang berkurang. Harga udang pun kini cenderung meningkat.

Kepala Balai Budidaya Air Payau Situbondo Slamet Subiyakto, yang dihubungi dari Jakarta, Senin (4/5), mengingatkan industri perikanan budidaya agar mewaspadai dampak peralihan musim hujan ke musim kemarau yang berkepanjangan.

Selain itu, Slamet juga mengingatkan pembudidaya udang agar memerhatikan dampak perubahan iklim yang tercermin dari pergantian cuaca harian yang ekstrem, yakni panas dan hujan yang datang bergantian. Kondisi ini membuat suhu perairan dan tambak berfluktuasi, 28-31 derajat celsius.

Gejolak perubahan cuaca dan suhu perairan telah memicu tekanan (stres) pada udang dan melemahnya daya tahan tubuh benih udang (benur). ”Menurunnya daya tahan tubuh mengakibatkan udang lebih mudah terjangkit penyakit,” tutur Slamet. Perubahan suhu perairan juga memacu meletupnya pertumbuhan plankton di perairan. Hal ini, lanjut Slamet, menggang-gu sirkulasi oksigen di tambak, yang akhirnya berdampak ke udang.

”Biosecurity”Selain udang dewasa, menurut Iwan, perubahan cuaca yang ekstrem juga berpengaruh pada benur. Angka kehidupan benur yang biasanya 75-80 persen, kini turun menjadi sekitar 50 persen. Guna mengantisipasi gangguan itu, petambak udang perlu menerapkan biosecurity secara konsisten, yakni dengan menyaring dan mengendapkan air laut yang akan dipasok ke tambak. ”Prinsip biosecurity ini sampai sekarang belum diterapkan secara optimal oleh para petambak,” ujar Iwan. (LKT/kompas)

sumber: http://www.tanimerdeka.com/modules.php?name=News&file=article&sid=2537

Maggots Replace Fishmeal

INDONESIA – The Ministry of Maritime Affairs and Fisheries in Indonesia has allocated more than half a million US dollars from the state budget this year to support the production of maggots as a cheaper source of fish feed.

According to allaboutfeed.net, the maggots can be used as the basis for feed instead of fishmeal, which must be imported from Chile at a higher cost.

The ministry plans to build 4,000 small aquafeed farms in Sumatra and Kalimantan because there are many palm oil plantations in those regions and maggots can be cultivated using a by-product of palm oil trees.

Made L Nurdjana, the ministry’s director general of aquaculture, said using maggots as the basis for fish feed could cut feed costs by half.

“The fish feed can be sold at Rp 3,000 a kilogram, some 50 per cent cheaper than if we use fish flour as a raw material,” Mr Nurdjana said.

In recent months, fish farmers have complained about the high cost of fish feed, saying it was preventing them from expanding their operations.